Widyatama Blog Contest

Penggunaan e-learning sebagai aplikasi paradigma konstruktivitas sehingga siswa menjadi creativity oriented-Widyatama Blog Contest

Widyatama Blog Contest

Proses pembelajaran erat kaitannya dengan penyampaian informasi. Penyampaian informasi yang dilakukan antara pengajar dengan pebelajar atau antara pebelajar dengan pebelajar lainnya. Penyampaian informasi adalah berbicara bagaimana suatu informasi bisa ditransmisikan kepada orang lain agar hakikat belajar bisa tercapai yakni dari tidak tahu menjadi tahu kemudian jadi paham terhadap suatu konsep atau bahan ajar tersebut. Widyatama Blog Contest

Seperti yang diketahui sebelumnya, guru merupakan agen perubahan yang bertugas mendidik anak bangsa. Saya bisa menulis artikel ini tidak luput dari peran guru. Hal itu merupakan contoh kecil jasa mereka. Tetapi di era globalisasi ini, ada tantangan yang harus ditaklukkan oleh seorang guru. Yaitu pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Percepatan perkembangan teknologi dan informasi sudah tidak mungkin terkejar apabila metode konvensional terus dipertahankan. Tinjauan harus mutlak dilakukan oleh pengajar sebelum mentransmisikan ilmu pengetahuannya tersebut. Widyatama Blog Contest

Beberapa tinjauan teoritis untuk melakukan pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Paradigma behavioristik yaitu belajar merupakan transmisi pengetahuan dari expert ke novice. Berdasarkan konsep ini, peran guru adalah menyediakan dan menuangkan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Guru mempersepsikan diri berhasil dalam pekerjaannya apabila dia dapat menuangkan pengetahuan sebanyak-banyaknya ke kepala siswa dan siswa dipersepsikan berhasil apabila mereka tunduk menerima pengetahuan yang dituangkan guru kepada mereka. Praktek pendidikan yang berorientasi pada persepsi semacam itu adalah bersifat induktrinasi, sehingga akan berdampak pada ‘penjinakan’ kognitif para siswa, menghalangi perkembangan kreativitas siswa, dan memenggal peluang siswa untuk mencapai higher order thinking. Widyatama Blog Contest

2. Paradigma konstruktivistik menyatakan bahwa belajar merupakan hasil konstruksi sendiri pelajar sebagai hasil interaksi dengan lingkungan belajarnya. Seperti, guru, teman sebaya, bahan bacaan, media pembelajaran dan lain-lain. Dalam paradigma ini, guru hanya menginstruksikan tehnik dan tutorial bahan ajar selebihnya pebelajar yang mencari, mengembangkan dan mengkreativitaskan bahan ajar yang didapatnya. Praktek pendidikan yang berorientasi pada persepsi ini lebih bersifat demokrasi dan take and give. Para praktisi pendidikan meyakini bahwa metode konstruktivistik akan menjadikan siswa mencapai great thinker and creativity oriented.

Widyatama Blog Contest
Teknologi Informasi

Di abad 21 ini, transformasi kaum awam menjadi kaum yang berpengetahuan berbasis ilmiah sudah semakin mendominasi. Implikasi dari transformasi tersebut, mereka berhasil menciptakan karya dalam bentuk produk fisik, pemikiran atau konsep. Salah satu kreativitas kaum ilmiah abad 21 ini adalah teknologi informasi. Karya tersebut dihasilkan agar bisa memecahkan permasalahan di bidang penyampaian informasi dalam proses pendidikan. Telah banyak skripsi, tesis dan jurnal yang berkonklusi bahwa pendidikan yang berbasis teknologi informasi lebih unggul daripada pendidikan metode konvensional dan berkorelasi positif terhadap perkembangan kreativitas siswa sesuai dengan apa yang dikatakan paradigma konstruktivistik. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh  Hadjerrouit dengan judul ‘Penerapan suatu Pengembangan Sistem Dekati untuk Menterjemahkan Kebutuhan Bidang Pendidikan ke dalam E-Learning‘ yang dimuat pada jurnal Interdisciplinary Journal of Knowledge and Learning Objects, Volume 3 (2007), menyimpulkan bahwa E-Learning menyediakan suatu alat yang kuat untuk menerapkan kebutuhan bidang pendidikan yang dipakukan. blog contest Widyatama Universitas Widyatama

E-Learning

Apa yang disebut e-learning

Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Widyatama Blog Contest

blog contest Widyatama Universitas Widyatama

E-learning Widyatama blog contest

E-Learning sebagai media pembelajaran di era akselerasi pertumbuhan teknologi informasi

Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video.  Bahkan jejaring sosial seperti facebook dan twitter bisa juga menjadi media pembelajaran on-line. Widyatama Blog Contest

Manfaat E-Learning

Sudjana dan Rifai (dalam Nursiyam, 2008: 5) menyatakan bahwa pemanfaatan media pengajaran dapat mempertinggi kualitas proses belajar peserta didik yang kemudian mampu mempertinggi hasil belajar yang dicapai. Alasannya adalah: (1) menarik peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar; (2) bahan pembelajaran akan memiliki makna yang lebih jelas sehingga lebih mudah dipahami dan memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pembelajaran dengan baik; (3) metode mengajar lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal sehingga peserta didik tidak bosan dan widyaiswara tidak kehabisan tenaga; dan (4) peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian , tetapi juga melakukan aktivitas lain seperti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan.

Referensi di Widyatama Blog Contest:

1.      Ragil, K. (2012, Juli 19). PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA. Retrieved Desember 27, 2013, from KAMADI: http://kamadicutmutia.blogspot.com/2012/07/pengelolaan-pembelajaran-berbasis.htmlWidyatama Blog Contest

2.       Rozi, I. (2013, Oktober 3). Media Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi. Retrieved Desember 27, 2013, from Slideshare: http://www.slideshare.net/irvianarozi/media-pembalajaran-berbasis-teknologi-informasi–Widyatama Blog Contest

3.       Wikipedia. (2013, November 14). Teknologi Informasi Komunikasi. Retrieved Desember 27, 2013, from Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi–Widyatama Blog Contest

4.       Hadjerrouit, Said. 2007. “Applying a System Development Approach to Translate Educational Requirements into E-Learning”. Interdisciplinary Journal of Knowledge and Learning Objects. Volume 3.–Widyatama Blog Contest

5.       Sudjana & Rifa’i. 2003. Teknologi Pengajaran. Jakarta: Sinar Baru Algensindo–Widyatama Blog Contest

6.       Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran–Widyatama Blog Contest

Sumber gambar di Widyatama Blog Contest:

1.       https://aridwanlubis.files.wordpress.com/2013/12/bee35-pendidikan.jpg

2.       https://aridwanlubis.files.wordpress.com/2013/12/b843c-dsc_8155.jpg

3.       http://ivanpolitel.files.wordpress.com/2011/09/teknologi.jpg?w=300&h=235

4.       http://kampungbiru.files.wordpress.com/2009/09/elearning.png?w=299&h=300

Universitas WidyatamaPenggunaan e-learning sebagai aplikasi paradigma konstruktivitas sehingga siswa menjadi creativity oriented‘ di Widyatama Blog Contest


4 thoughts on “Widyatama Blog Contest

    Asep Ridwan Lubis responded:
    Desember 29, 2013 pukul 18:46

    Ditunggu komentarnya teman-teman

    iil said:
    Januari 4, 2014 pukul 21:32

    Keren euy. gua juga baru ngeh sedetail itu manfaatnya ahaha . good job .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s