Start-up Employee Placement’s System Using Myers Briggs Type Indicator (MBTI) and Analytic Hierarchy Process (AHP)

Appendix 2. Compute process of Analytic Hierarchy Process

Compute process

The 9th Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneurship,
and Small Business (IICIES 2017)

 

Iklan

Implikasi dari seorang INTJ

Ini adalah tentang deskripsi diri saya beserta HANYA sekitar 1,5% orang di dunia. yah, INTJ salah satu kepribadian dari 16 kepribadian yang di rumuskan oleh Myeer Briggs yang bisa ditentukan oleh tes yang dinamakan MBTI (myeer-Briigs type indicator). 

fokus bahasan saya adalah di salah satu tipe yaitu INTJ yang merupakan representasikan kepribadian saya. INTJ atau kepanjangan dari Introvert iNtuiting Thinking Judgement adalah kombinasi karakter yang saling bersebrangan dengan Ekstrovert Sensing Feeling dan Perceiving.

oke daripada panjang lebar membahas teorinya, saya mau langsung saja menceritakan apa yang terjadi dalam diri saya selama ini dalam masa-masa labil atau masa pendewasaan kali yah disebutnya. Pada dasarnya orang INTJ sangat nyaman dengan kesedirian, pikiran saya sangat membludak dengan ide-ide mengenai apapun yang terjadi saya bingung mau kemanakan isi dalam pikiran saya mau dikeluarin. kesendirian disini berbeda dengan anti sosial. bedanya kalo anti sosial itu emang benar-benar acuh kepada lingkungannya tapi kesendirian dari pribadi INTJ lebih mengarah kepada kemandirian berfikir dan bertindak. 

Saya merasa energi saya tercharge ketika ada momen-momen yang bisa digunakan untuk merenung. makanya kebanyakan teman saya menyimpulkan saya itu yang selalu galau dan penuh banyak masalah namun sebenernya tidak seperti itu. saya enjoy dengan keadaan diri saya yg selalu memikirkan dalam-dalam segala sesuatu itu sebelu dieksekusi atau melakukan tindakan.

Kebalikan dari segi ekstrovert (orientasi sosial) adalah introvert (orientasi ke dalam diri sendiri) artinya  seperti yang saya rasakan energi untuk saya dapat melakukan sesuatu itu lebih dominan dari dalam diri saya walaupun memang semangat, motivasi, dan dorongan tidak terlepas dari orang-orang terdekat saya. Seperti keluarga dan pacar saya tapi rangsangan itu tidak serta merta saya langsung reaktif melainkan saya filter oleh pikiran saya. Apakah jika saya melakukan itu bisa berguna buat saya? apakah jika saya lakukan itu bisa menunjang bagi kompetensi saya? atau jika seseorang INTJ memimpin suatu kelompok, Apakah jika saya melakukan itu bisa berguna bagi kelompok saya? bisa membantu memajukan kelomkpok saya?itulah contoh pertanyaan yang sering timbul jika seorang INTJ menerima kritikan, saran atau pendapat dari orang lain.

Saya sangat senang merenung dan mengevaluasi apa saja yang saya kerjakan. kenapa yah? mungkin karena kenyamanan yang saya rasakan jika dalam kondisi seperti itu dan orang INTJ akan sering mengatakan jadilah diriku sendiri.

to be continued…

Perang Eksistensi

saya mau bicara tentang realita di kehidupan mahasiswa. Ternyata saya sedang berada pada masa peralihan dan menuju kearah kematangan berfikir dan bertindak. saya lebih suka menyebut perang eksistensi. Orang-orang yang seumuran dengan saya berusaha menampilkan eksistensinya yang masing-masing unik dan berbeda. apakah ini salah? jelas tidak. Saya lebih menilai hal ini suatu kewajaran yang memang harus saya alami.

Persona setiap orang untuk menampilkan eksistensi akan menghasilkan sesuatu yang sia-sia. persona disini adalah topeng, topeng yang bagi para psikolog ditafsirkan sebagai lawan dari sifat yang sebenarnya. seperti halnya dalam drama sang aktor/artis dituntut untuk memerankan karakter yang boleh jadi tidak sesuai dengan karakter asli atau mungkin malah bertolak belakang. Oleh karena ada tuntutan skenario film maka artis/aktor itu pun berperan sesuai arahan. Jika dianalogikan seperti itu mungkin anda akan mudah mencernanya. sengaja saya tidak ingin menyajikan definisi dari para ahli tentang persona kepada anda karena saya fikir anda bisa melakukannya sendiri dan bahkan bisa lebih dalam mencari artinya. Kembali ke topik pembicaraan, eksistensi yang dibangun hanya mengandalkan kekuatan persona saja akan terasa berat dan eksistensi dia akan bertahan untuk sementara.

Eksistensi yang dibangun oleh karakter asli lebih kuat dan lebih bisa diterima. walaupun akan membutuhkan waktu yang relatif lama eksistensi yang didasarkan karen kekuatan jati diri/identitas diri yang sejatinya bersifat khas itu akan bisa lebih mempunyai daya pengaruh yang besar dan relatif bertahan lama. Hal ini sama saja seperti pembuatan film dengan mencocokan karakter asli pemeran dengan karakter yang dimainkannya itu. Disini kualitas perannya akan bagus namun sutradara akan lama untuk memilih aktor yang tepat bersesuaian antara karakter yang dituntut dengan karakter aslinya.

Eksistensi apakah yang dibangun secara ideal ?
saya sangat yakin setiap manusia termasuk mahasiswa punya kecenderungan karakter mereka masing-masing. Ada yang menurut mereka lebih nyaman menyendiri bahkan ada yang tidak bisa meninggalkan kelompoknya dan ingin terus bersama kelompok. Itulah perbedaan bukan? ya itu adalah kodrat, tapi ada kodrat lain yang dapat menyempurnakan kondisi tersebut agar mereka bisa berjalan bersama. yaitu kodrat bahwa manusia itu akan bisa karena belajar. belajar menyesuaikan diri, belajar memahami perbedaan, belajar menghormati orang yang sangat berlainan karakternya.
Kadang persona itu perlu digunakan untuk mempertahankan harga diri, tapi persona yang berlebihan akan tidak baik. adapun tujuan dari kita menggunakan persona secara sementara tujuannya agar karakter yang khas dari diri kita itu bisa keluar dan ini bisa dilakukan oleh semua insan yang ingin belajar.
dengan kata lain eksistensi yang dibangun secara ideal yakni dengan cara pembangunan karakter yang bisa jadi membutuhkan persona yang tepat agar diri ini mendapar kepercayaan dari lingkungan sehingga sedikit demi sedikit karaktermu akan keluar dan akan mewarnai kehidupan dengan lebih berwarna. trimsss

Langit berubah warna tanganku jadi empat

Dini hari tadi aku lihat langit begitu cepat berubah-rubah warnanya.
tidak hanya warna bintangnya pun ku lihat bergerak dengan cepat
gerakan bintang itu membentuk pola, aku terdiam karena terlena melihat keindahannya
beberapa kali aku lihat perubahan warna dan pola bintang
kadang langit itu berwarna hijau, hitam, biru dan ungu bercampur hijau yang sangat menyilaukan
aku bertanya pada diriku
kenapa langit menjadi seperti ini???

Tanpa ada seorang pun disisiku ahirnya pertanyaan itu disimpan dalam lubuk hati
aku memutuskan untuk masuk ke suatu mesjid sebut saja mesjid x
aku ikut solat berjamaah dan menjadi makmum masbuk
saat imam rakaat ke-3 aku baru bertakbiratul ihram
saat aku bertasyahud akhir aku merasakan hal yang aneh pada tanganku
tiba tiba muncul dua tangan di bagian samping perut
aku kaget, tanganku jadi empat
aku dikerumuni jamaah di mesjid x itu
seorang kyai yang benar-benar aku kenal dan aku jadikan guru datang menghampiriku sebut kyai AG beliau bertanya kenapa tanganku jadi empat. Aku gelagapan tak bisa berkata-kata

apa arti dari semua ini?

PIANO

Seorang ayah memiliki putra berusia kurang lebih lima tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota itu datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser itu habis terjual habis. Sang ayah membeli dua tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai , kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama. Tanpa sepengetahuan ayahnya ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada didekat panggung pertunjukan dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star.

Operator lampu sorot, terkejut mendengar adanya suara piano. Dia mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu dan langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tetapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianis pun terkejut dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak kecil tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, “teruslah bermain”

Sang anak yang mendapat izin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan mulai mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, “saya , sudah belajar piano sebulan saja sudah hebat!”. Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangan dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita? Kadan kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tetapi kita lupa bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita, semua yang telah kita lakukan akan sia-sia. Tapi jika Tuhan ada disamping kitam sesederhana apapun yang kita lakukan, hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita namun baik juga orang disekitar kita.

Asep Ridwan Lubis

THE REAL OF LOVE

“CINTA YANG SEBENARNYA”


Bismillahirahmanirrahim
Setiap orang pasti kenal dengan yang cinta. Yah, bisa dibilang seperti itu namun walaupun sudah kenal belum tentu mereka memahaminya. Kalau kita berbicara tentang cinta memang agak susah-susah gampang sih ngeartiinnya. Ada yang bilang cinta itu love (sama aja), cinta itu anugrah, cinta itu suci dan malah ada yang bilang cinta itu gak punya mata alias buta. Sah-sah saja sih orang mau ngedefinisiin nya kaya apa. Di tulisan kali ini aku mau ngeshare pemahamanku tentang cinta.

Analogi
Kalau para sufi bilang, cinta itu laksana mata air jernih yang mengalir dari hulu ke hilir sungai. Air itu akan mengalir tanpa pilih-pilih, air itu mengisi setiap kekosongan dari bagian sungai itu. Namun, air itu bisa di cemari oleh limbah-limbah yang berbahaya. Alhasil dari tadinya air itu bermanfaat setelah tercemar malah jadi racun. Jadi pandai-pandailah untuk menjaga mata air itu agar tidak ada yang mengotorinya.

Menurut aku arti cinta itu luas. Cinta tidak hanya terbatas kepada kekasih, orang tua ataupun saudara. Cinta itu memang fitrah atau suci. Mengapa dibilang suci? Karena cinta itu berupa awalan kita untuk berbuat baik dan bahkan sampai mengabdi kepada yang kita cintai.  Cinta diberikan secara alamiah oleh Tuhan dan kita tahu bahwa Tuhan itu maha adil. Dia menanamkan cinta kepada hati setiap hambanya.

Cinta awal dari segalanya
Setelah aku pikir bahwa segalanya itu terjadi karena cinta. Cinta itu bisa membuat seseorang itu sangat super. Bisa melakukan sesuatu melebihi anggapan dia terhadap batas kemampuannya. Gak percaya?

Saat Bilal bin Rabbah (seorang budak zaman Rasul) menyebut-nyebut nama Allah, majikannya yang seorang Quraisy tidak senang. Hingga akhirnya bilal di siksa oleh tuannya. Dengan tanpa mengenakan pakaian, bilal dijemur dan dicambuk dipadang pasir saat terik matahari. Tidak hanya itu, batu besar diletakan diatas badannya hingga Bilal merasakan kesakitan yang amat dahsyat. Dia terus menyebut nama Allah. Alhasil, bilal bertahan sampai ada orang pengikut Rasulullah yang membeli Bilal dan membebaskannya dari siksaan itu.

Apa yang temen dapatkan dari kisah diatas? Pengorbanan? Kekuatan? Kesetiaan? Ya, semuanya ada jika kita telah mencintai sesuatu. Dapat disimpulkan bahwa rumus untuk mencapai supernya diri kita itu adalah mencintai apa yang sedang dijalani ditambah pengorbanan dan keistiqamahan.

Aku yakin bahwa setiap orang itu ditakdir untuk sukses dan orang yang dengan motivasinya karena cinta itulah yang paling cepat mendapat kesuksesannya itu. Do what you love and love what you do J

HCT, Efek dari cinta
Nah, sudah hukum alam jika ada sebab maka ada akibatnya pula. Jika mencintai seseorang maka akan kena dampak atau akibatnya.

Setelah kita menyadari bahwa kita itu mencintai terhadap sesuatu maka yang akan timbul selanjutnya dalam perasaan kita ialah Rasa Harap, Cemas dan Takut.

Harapan akan selalu ada di setiap apa yang kita cintai. Sebagai contoh kita senang membaca komik secara sadar atau tidak pada saat akan membaca komik diri kita berharap, jika saya membaca komik maka saya akan senang. Nah, kesenangan itulah yang menjadi harapan kita setelah membaca komik. Itu contoh kecil sahabat juga pasti ngasih contoh yang lainnya.

Cemas itu merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi kepada yang kita cintai. Seseorang akan berusaha menjaga dengan sebaik-baiknya agar apa yang mereka cintai itu bisa terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan. Dengan kata lain, implikasi dari cemas itu akan melahirkan tindakan sukarela kita untuk menjaga sesuatu yang kita cintai.

Takut sebenernya takut disini ialah takut kehilangan yang dicintai. Selama ia masih dikatakan manusia takut kehilangan itu wajar. Sungguh suatu bentuk kesempurnaan yang diberikan Tuhan kepada kita. Dengan dihadirkannnya rasa takut dalam diri kita ini maka akan timbul sifat yang bernama setia. Untuk urusan setia, perempuan adalah yang paling jago sedangkan laki-laki menjaga yang dicintai itu dengan tanggung jawab.

Terakhir, Cinta itu anugrah guys. Semua orang pasti punya cinta karena seseorang bisa lahir ada dan di dunia ini hasil dari cinta ibu bapaknya. Jadi jangan jadi lovefobia atau seseorang yang takut dengan cinta karena itu jelas-jelas tidak wajar. Pokoknya yang paling penting itu haru s ditanamkan konsep bangun cinta jangan jatuh cinta. Disamping konotasi yang negatif, jatuh dari cinta juga sangat sakit karena akan berpotensi sangat besar untuk merusak hati yang suci ini. Jaga Cintamu dan berikan pengabdianmu kepadaNYA!

Hoaam karena malam udah larut, segitu aja opiniku mengenai cinta guys. Silakan bagi yang mau berkomentar di berikan kesempatan yang seluas-luasnya, jangan lupa komennya harus yang positif yaaa:D


Wallahualam bissawab
Salam, Asep Ridwan Lubis

Tingkatan Tertinggi Ibadah (Konsep Ihsan)

Disampaikan oleh Prof. Miftahudin Miftah-khotib Masjid Daarut Tauhid
Suatu ketika Rasul berdialog dengan seorang yang mengenakan pakaian putih. Umar melihat bahwa orang itu banyak tahu tentang agama dan beliau sangat terkesan dengan orang itu. Lalu Umar bertanya, “Siapa laki-laki yang berpakaian putih itu? Wajahnya putih bersih dan terkesan sangat akrab dengan anda dan kiranya dia serba tahu tentang agama? Rasul menjawab, “ Ia Jibril. Ia yang mengajarkan segala sesuatu pada kalian.” Umar dan para sahabat tidak bisa melihat lagi orang itu.
Sejak peristiwa diatas, darisanalah mulai kita mengenal konsep iman, islam dan ihsan.
Didalam ayat Al-Qur’an hampir tidak ada ayat yang menerangkan secara utuh rukun iman. Iman pada Allah dan hari akhir atau Iman pada Allah dan rasul atau hanya sampai pada Qada dan Qadar.
Kemudian rukun islam yang lima di jelaskan dalam percakapan antara rasul dengan Jibril tersebut.
Selanjutnya ada yang disebut dengan Ihsan. Derajat ihsan merupakan tingkatan paling tinggi yang hanya bisa di raih oleh seorang yang telah mempunyai iman dan islam dalam hatinya secara mantap. Lalu apakah yang disebut dengan ihsan? Sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat Allah dan kalau engkau tidak mampu merasakan engkau melihat Allah paling tidak engkau yakin bahwa Allah akan selalu melihat engkau.
Yang pertama adalah, dimana dan kapanpun engkau harus merasa melihat Allah.
Beribadah serasa melihat Allah mungkin sesuatu yang susah tapi sebagai mukmin kita harus berusaha untuk mencapai kualitas seperti itu. Ibadah yang kita lakukan jangan sampai menggugurkan kewajiban apalagi karena terpaksa karena takut dosa. Tetapi bagaim ana agar ibadah itu menjadi sarana refleksi, penyegaran sehingga ibadah dapat berfungsi sebagai syifaa pengobatan spiritual yang dapat menghilangkan penyakit hati diantaranya; kesombongan, buruk sangka, gila pujian, stress, galau dan berbagai problematika kehidupan. Berusalah agar ibadah itu menjadi Riyadoh, pembangun karakter. Begitulah islam menggambarkan tujuan ibadah yang sesungguhnya.
Agak sulit rupanya bagaiman kita telah menggambarkan bagaimana suasana batin tatkala kita mendapatkan kepuasan spiritual. 
Seorang sufi wanita memperkenalkan suatu konsep robbiyih alawiyah, tetapi para ilmuan dan cendikiawan muslim banyak memberikan kritik terhadap pandangan-pandangan beliau. Tetapi tidak ada salahnya juga mengetahui konsep tersebut dalam rangka ikhtiar guna menjelaskan bagaimana ibadah yang benar-benar merasa melihat Allah.
Robbiyah Alawiyah terkenal dengan konsep cinta, berusaha  menyampaikan rasa cinta kepada Allah. Seseorang putra mahkota yang akan meminang seorang gadis. Tetapi gadis itu menolak. Saya tidak siap menerima pinangan baginda karena cinta saya sudah habis untuk Allah. Disinilaah sufi wanita itu banyak dikritik oleh para ulama. Lalu beliau menjelaskan lagi, Tuhan seandainya saya menyembahmu itu karena mengharapkan surgaMu , haramkan bagi diri saya surga itu karena berarti saya mengharapkan selain Engkau tapi mengharapkan makhlukmu yang bernama surga. Tuhan seandainya saya menyembahmu itu karena takut masuk nerakaMu, neraka itu milikMu dan saya juga milikMu ada wewenang apa saya menolak, engkau yang menentukan saya masuk neraka atau tidak. Saya menyembahMu karena saya rindu dan cinta kepadaMu. 
Aplikasi dari paparan diatas ialah dalam pemaknaan Laa ilaha illa Allah tidak hanya dimaknai dengan tidak ada Tuhan yang patut disempah kecuali Allah tetapi  harus dilanjutkan dengan tidak ada yang patut dicintai kecuali Allah. Artinya, kadar cinta kita kepada selain Allah harus dibawah dibanding kadar cinta kepada Allah. Cinta kepada istri, anak, keluarga semuanya harus diposisikan setelah cinta kita kepada Allah.
Sahabat kita yang telah diundang ke baitullah, kenikmatan spiritual sangat dirasakan ketika melaksanakan tawaf pamitan yang disebut tawaf wada. Tawaf wada dilakukan apabila selesai melaksanakan ibadah haji atau umrah diperintahkan untuk melaksanakan tawaf wada sehingga apabila hal itu telah dilakukan kita tidak boleh bermalam dan kembali lagi ke mekkah. Selesai melaksanakan tawaf tujuh kali putaran mengelilingi kabah biasanya berdiri sebelah kanan pintu ka’bah. Ketika mengungkapkan rasa syukur, seseorang yang bertawaf wada, “Ya Allah kembalikan aku kesini. Disinilah mereka menemukan kekuatan spiritual, merasa melihat Allah.
Tingkatan ibadah seperti itulah yang diharapkan.  Tentulah kualitas ibadah itu dapat diperoleh melalui kebiasaan. Kebiasaan yang tidak terlepas dari faktor yang mendukungnya yaitu situasi batin dan situasi lingkungan. Agama mengajarkan jika kita bisa mencapai tingkatan ibadah ihsan maka itulah puncak dari kenikmatan ibadah.
Yang kedua adalah, dimana dan kapanpun engkau harus yakin bahwa Allah selalu melihat kamu.
Dalam ilmu tasawuf dikembangkan konsep Malu (al-hayaa). Seorang sahabat berkata, Rasul mengatakan beberapa kali, ini adalah pesan-pesan moral yang disampaikan kepada umatnya yaitu rasa malu. Rasul menyampaikan, kalau kalian sudah tidak punya rasa malu, berbuatlah terserah kalian. Dari rasa malu inilah yang dapat membuahkan kejujuran.
Seseorang yang disebut Abu Naawiyah yang berasal dari tempat jauh datang kepada Rasul untuk bertanya. “Di dalam Islam itu amalan apa yang paling mudah dilakukan?” Rasul menjawab,” Amal yang paling mudah dilakukan bagi orang islam yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat.” “Ya rasulullah kalau yang paling sulitnya amalan apa?” “Wahai Abu Naawiyah yang paling sulit adalah hidup jujur.” 
Jujur itu memang sulit. Rasul memberi penjelasan, tidak ada iman bagi orang yang tidak jujur. Kejujuran dan keimanan adalah satu kesatuan. Tidak mungkin seseorang yang beriman tapi tidak jujur atau seseorang yang taqwa tidak jujur. Itulah yang selalu ditekankan oleh Rasul sehingga lahirlah kisah-kisah klasik yang menggambarkan rasa malu membuahkan kejujuran seperti yang disampaikan oleh Al-ghazali.
Umar bin khattab seorang pemimpin yang senang berkumpul dengan orang-orang miskin. Suatu hari, beliau meninggalkan pusat pemerintahan dan pergi ke daerah yang jauh. Beliau bertemu dengan seorang penggembala kambing.
“Apa kerjamu?”
“menggembalakan kambing”
“berapa ekor kambing yang kau gembalakan?”
‘Apa tanggung jawab kamu?”
“Semua kambing yang ada dilembah ini adalah tanggung jawab saya”
“Saya mau membeli satu ekor. Berapa harganya?”
“oh tuan, kalau tuan ingin membeli kambing ini silakan tuan datang ke majikan saya. Saya tidak ada hak menjual kambing saya hanya berkewajiban menggembalakannya. Ini alamatnya”
“kalau kambing ini dibawa kemajikanmu pada saat  musim panas nanti, apakah ada kambing-kambing ini yang mati?
“oh banyak tuan’
“Kalau begitu, beri tahu saja majikanmu kambing yang aku beli itu mati dan majikanmu pasti percaya.’
“iya tuan pasti percaya”
Umar mengeluarkan uang dalam sebuah kantong ditaruhlah ditangan pengembara itu. Pengembara yang miskin, bodoh dan tidak tahu perkembangan bahwa yang diajak bicaranya itu Amirul Mukminin. Begitu uang itu digenggamkan oleh Umar kepada penggembala, seketika penggembala itu menepuk pundak Umar.
“Malu kepada Allah! Malulah kepada Allah!”
Umar melakukan sujud syukurnya bukan menyatakan saya bahagia rakyat saya walaupun bodoh miskin tapi jujur. Tetapi Umar bertanya, masih adakah umat-umatMu jujur pada akhir zaman seperti halnya penggembala kambing yang miskin dan bodoh tadi.?
Pertanyaan tersebut yang dibiarkan oleh Al-Ghazali. Kuncinya adalah diri kita untuk menjawabnya. Jika ketidakjujuran sudah menjadi barang yang biasa, kejujuran sudah menjadi barang langka, orang yang tidak jujur dianggap biasa maka pada suatu Allah akan mencabut keberkahan yang ada di muka bumi ini diangkat ke langit. Jika Lautan ada hanya jadi musibah, hutan-hutan tidak memberikan manfaat, sinar matahari menebarkan penyakit. Kuncinya hidup untuk mendapat keberkahan adalah kejujuran yang merupakan buah dari malu hasil beribadah dengan ihsan
Jadi, Ihsan adalah dimana pun kita harus yakin ada Allah selalu memerhatikan kita. Sehingga kejujuran pun akan menyertai kita. jika terbesit di dalam hati akan melakukan maksiat maka hati akan segera berkata, “saya diberi nikmat oleh Allah dan diberikan segalanya oleh Allah, apakah saya harus demonstratif melakukan perbuatan yang dibenci Allah, sungguh terlalu sadis saya melakukan perbuatan dihadapan Allah”. Kira-kira suasana batin seperti itulah yang harus ditumbuhkan dalam diri kita. Malu berbuat maksiat, Malu kepada Allah SWT.
Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing dan memimpin kita untuk memperbaiki kualitas iman, islam dan ihsan. Aamiin Ya Robbal Alamin…
-Asep Ridwan Lubis-

Inilah kami….

Perkenalkan, kami makhluk yang bisa disebut sempurna. Tempat Kami tinggal selama waktu tertentu kami namakan bumi. Kami memiliki sesuatu yang makhluk lain tak punya. Unsur penyusun kami terdiri dari roh, jasad, hati, nafsu dan akal.
Roh, roh merupakan bagian terpenting bagi kami. Pencipta kami meniupkan roh pada jasad kami sewaktu masih 4 bulan dalam kandungan. Setelah itu, roh melekat pada setiap jasad. Lamanya waktu roh menempel dengan jasad kami disebut umur. Umur setiap anggota berbeda-beda. Ada yang 10 tahun, 17 tahun, 65 tahun, 100 tahun tergantung ketentuan menurut pencipta kami. Namun yang harus digaris bawahi bahwa roh setiap anggota kami akan berpisah dengan jasadnya.  
Bisa saja kami meninggalkan dunia ini untuk selamanya dan jasad kami dikubur karena sudah berpisahnya dengan roh. Tetapi, roh kami tidak mati. Mulai dari ajal sampai hari kiamat, Roh kami disimpan diberbagai tempat sesuai dengan perbuatan tergantung wewenang pencipta kami.
Jasad,
Hati,
Nafsu,
Akal,
Kami menggunakan kombinasi kelima unsur tersebut untuk menjalani hidup sehari-hari. Kami mempergunakannya untuk memenuhi keperluan kami, mulai dari yang sederhana untuk bertemu dengan sesama kawan kami sampai kami pergunakan untuk saling menindas satu sama lain. Kami akan bercerita mulai dari kami diciptakan hingga roh dipisahkan dengan jasad.
Musuh Kami…
Kami mempunyai musuh, mereka bermaksud untuk  menjerumuskan setiap langkah dan perbuatan kami. Kami sebut mereka musuh karena mereka sangat ingin dekat dengan kami untuk menjerumuskan kami kepada kesesatan. Kami dan musuh kami diciptakan oleh satu pencipta yang sama. Musuh kami dimurkai oleh pencipta kami. Musuh kami itu dikehidupan kekalnya pasti berada di tempat yang dipenuhi api yang menyal-nyala yang kami sebut neraka.
Pada waktu yang lalu disuatu tempat, malaikat dan musuh kami itu dikumpulkan oleh pencipta kami. Pencipta kami memberitahukan bahwa telah terciptanya seorang makhluk yang akan dijadikan  sebagai pemimpin,pengatur,penguasa di bumi. Tidak lain adalah “Adam” nenek moyang kami.
Aku hendak menjadikan khalifah di bumi” kata pencipta kami.
“Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana (sebagai khalifah)
 sedangkan kami  bertasbih memujiMU dan menyucikanMu?”
Pencipta kami berfirman, “Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
Lalu Adam diajarkan oleh pencipta kami berbagai nama-nama benda, pengetahuan dan sedikit ilmu dari pencipta kami.
Pencipta kami juga menyuruh kepada malaikat untuk menyebutkan semua yang diajarkan kepada adam.
“Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar”
Malaikat menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.”
“Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.” kata Pencipta kami.
“Sujudlah kepada Adam!”
                Meraka pun bersujud kecuali musuh kami. Musuh kami menolak dan menyombongkan diri.
Kami diciptakan dari api, sedangkan engkau menyuruh kami untuk bersujud kepada makhluk yang engkau ciptakan dari tanah.?” Musuh kami menyombongkan diri.
Pencipta kami menjawab, “Sungguh, terkutuklah engkauKeluarlah dari tempat-Ku ini!”
  “Kami akan patuh kepada perintah-Mu, namun berikan kami waktu sampai hari kiamat untuk menjerumuskan adam dan keturunannya agar  senantiasa berada dalam kesesatan dan menjadi pengikut kami di nereka kelak.”
Pencipta kami memperingatkan, “Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah mereka. sungguh mereka adalah musuh nyata bagimu” 2:168
Itulah sebabnya musuh kami dimurkai oleh pencipta kami, kami harus senantiasa waspada dan meminta perlindungan dari pencipta kami. agar musuh kami gagal menjerumuskan kami.
Pilihan : Mulia atau Nista
Kata pencipta kami, kami diciptakan dalam bentuk dengan sebaik-baiknya alias sempurna. Akibat dari kesempurnaan kami.
Kami bisa menjadi makhluk yang paling mulia atau bisa menjadi makhluk yang paling nista.
Kami bisa berkata kebaikan dalam bentuk pujian atau berkata keburukan dalam bentuk celaan
Kami bisa menjaga sesuatu yang diamanatkan atau bisa juga berkhianat.
Kami bisa sangat saling mencintai atau sangat saling membenci.
Kami bisa berkata yang sebenarnya atau bisa berbohong.
Kami bisa mengasihi atau menganiaya.
Kami bisa menjadi pintar atau menjadi bodoh.
Inilah yang kami sebut dengan pilihan. Pilihan memang mudah namun pertimbangan dan kekonsistenan kami untuk senantiasa dalam pilihan yang benar membuat kami perlu untuk berjuang dengan kerasnya. Keburukan dalam diri kami ibaratkan es dalam refrigator. Bila es itu tetap tidak berubah posisi (di dalam refrigator) maka akan semakin mengeras dan volomenya akan semakin bertambah. Namun bila es itu dikeluarkan dari refrigator sedikit demi sedikit ditambahkan dengan percikan hangatnya air keimanan. Maka es itu sedikit demi sedikit akan meleleh.
bersambung…

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Dari penelitian yang dilakukan Fiedler yang dikutip oleh Prasetyo (2006) ditemukan bahwa kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi maupun gaya kepemimpinan (p. 27). Apa yang bisa dikatakan adalah bahwa pemimpin bisa efektif ke dalam situasi tertentu dan tidak efektif pada situasi yang lain. Usaha untuk meningkatkan efektifitas organisasi atau kelompok harus dimulai dari belajar, tidak hanya bagaimana melatih pemimpin secara efektif, tetapi juga membangun lingkungan organisasi dimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan baik.

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Lebih lanjut menurut Prasetyo (p.28), gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu menurut Flippo (1987), gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu (p. 394).

Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002), Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan; gaya kepemimpinan autokratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) (p. 406)

Gaya Kepemimpinan Autokratis
Menurut Rivai (2003), kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi (p. 61).

Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan (p. 460).

Lebih lanjut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. 196-198):
1. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin.
2. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas.
3. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota.

Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997), ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (p. 304):
1. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
2. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja.
3. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota.
4. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya

Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif
Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai, 2006, p. 61).

Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan(p. 460). Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja (p.203).

Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto, 1987, pp. 196-198) :
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. 

Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304) :
1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
3. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.

Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas)
Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter, 2002, p. 460).

Menurut Sukanto (1987) ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (pp.196-198) :
1. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin.
2. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya.
3. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
4. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian.

Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304):
1. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri.
2. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum.
3. Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok.


sumber