Inilah kami….

Posted on

Perkenalkan, kami makhluk yang bisa disebut sempurna. Tempat Kami tinggal selama waktu tertentu kami namakan bumi. Kami memiliki sesuatu yang makhluk lain tak punya. Unsur penyusun kami terdiri dari roh, jasad, hati, nafsu dan akal.
Roh, roh merupakan bagian terpenting bagi kami. Pencipta kami meniupkan roh pada jasad kami sewaktu masih 4 bulan dalam kandungan. Setelah itu, roh melekat pada setiap jasad. Lamanya waktu roh menempel dengan jasad kami disebut umur. Umur setiap anggota berbeda-beda. Ada yang 10 tahun, 17 tahun, 65 tahun, 100 tahun tergantung ketentuan menurut pencipta kami. Namun yang harus digaris bawahi bahwa roh setiap anggota kami akan berpisah dengan jasadnya.  
Bisa saja kami meninggalkan dunia ini untuk selamanya dan jasad kami dikubur karena sudah berpisahnya dengan roh. Tetapi, roh kami tidak mati. Mulai dari ajal sampai hari kiamat, Roh kami disimpan diberbagai tempat sesuai dengan perbuatan tergantung wewenang pencipta kami.
Jasad,
Hati,
Nafsu,
Akal,
Kami menggunakan kombinasi kelima unsur tersebut untuk menjalani hidup sehari-hari. Kami mempergunakannya untuk memenuhi keperluan kami, mulai dari yang sederhana untuk bertemu dengan sesama kawan kami sampai kami pergunakan untuk saling menindas satu sama lain. Kami akan bercerita mulai dari kami diciptakan hingga roh dipisahkan dengan jasad.
Musuh Kami…
Kami mempunyai musuh, mereka bermaksud untuk  menjerumuskan setiap langkah dan perbuatan kami. Kami sebut mereka musuh karena mereka sangat ingin dekat dengan kami untuk menjerumuskan kami kepada kesesatan. Kami dan musuh kami diciptakan oleh satu pencipta yang sama. Musuh kami dimurkai oleh pencipta kami. Musuh kami itu dikehidupan kekalnya pasti berada di tempat yang dipenuhi api yang menyal-nyala yang kami sebut neraka.
Pada waktu yang lalu disuatu tempat, malaikat dan musuh kami itu dikumpulkan oleh pencipta kami. Pencipta kami memberitahukan bahwa telah terciptanya seorang makhluk yang akan dijadikan  sebagai pemimpin,pengatur,penguasa di bumi. Tidak lain adalah “Adam” nenek moyang kami.
Aku hendak menjadikan khalifah di bumi” kata pencipta kami.
“Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana (sebagai khalifah)
 sedangkan kami  bertasbih memujiMU dan menyucikanMu?”
Pencipta kami berfirman, “Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
Lalu Adam diajarkan oleh pencipta kami berbagai nama-nama benda, pengetahuan dan sedikit ilmu dari pencipta kami.
Pencipta kami juga menyuruh kepada malaikat untuk menyebutkan semua yang diajarkan kepada adam.
“Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar”
Malaikat menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.”
“Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.” kata Pencipta kami.
“Sujudlah kepada Adam!”
                Meraka pun bersujud kecuali musuh kami. Musuh kami menolak dan menyombongkan diri.
Kami diciptakan dari api, sedangkan engkau menyuruh kami untuk bersujud kepada makhluk yang engkau ciptakan dari tanah.?” Musuh kami menyombongkan diri.
Pencipta kami menjawab, “Sungguh, terkutuklah engkauKeluarlah dari tempat-Ku ini!”
  “Kami akan patuh kepada perintah-Mu, namun berikan kami waktu sampai hari kiamat untuk menjerumuskan adam dan keturunannya agar  senantiasa berada dalam kesesatan dan menjadi pengikut kami di nereka kelak.”
Pencipta kami memperingatkan, “Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah mereka. sungguh mereka adalah musuh nyata bagimu” 2:168
Itulah sebabnya musuh kami dimurkai oleh pencipta kami, kami harus senantiasa waspada dan meminta perlindungan dari pencipta kami. agar musuh kami gagal menjerumuskan kami.
Pilihan : Mulia atau Nista
Kata pencipta kami, kami diciptakan dalam bentuk dengan sebaik-baiknya alias sempurna. Akibat dari kesempurnaan kami.
Kami bisa menjadi makhluk yang paling mulia atau bisa menjadi makhluk yang paling nista.
Kami bisa berkata kebaikan dalam bentuk pujian atau berkata keburukan dalam bentuk celaan
Kami bisa menjaga sesuatu yang diamanatkan atau bisa juga berkhianat.
Kami bisa sangat saling mencintai atau sangat saling membenci.
Kami bisa berkata yang sebenarnya atau bisa berbohong.
Kami bisa mengasihi atau menganiaya.
Kami bisa menjadi pintar atau menjadi bodoh.
Inilah yang kami sebut dengan pilihan. Pilihan memang mudah namun pertimbangan dan kekonsistenan kami untuk senantiasa dalam pilihan yang benar membuat kami perlu untuk berjuang dengan kerasnya. Keburukan dalam diri kami ibaratkan es dalam refrigator. Bila es itu tetap tidak berubah posisi (di dalam refrigator) maka akan semakin mengeras dan volomenya akan semakin bertambah. Namun bila es itu dikeluarkan dari refrigator sedikit demi sedikit ditambahkan dengan percikan hangatnya air keimanan. Maka es itu sedikit demi sedikit akan meleleh.
bersambung…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s