Ibadah Jum’at pertama di konstantinopel

sub : Muhammad Al-Fatih

Kalau ada sosok yang ditunggu-tunggu kedatangannya sepanjang sejarah Islam, dimana setiap orang ingin menjadi sosok itu, maka dia adalah sang penakluk Konstantinopel. Bahkan para shahabat Nabi sendiri pun berebutan ingin menjadi orang yang diceritakan Nabi SAW dalam sabdanya. Betapa tidak, beliau SAW memang betul-betul memuji sosok itu. Sampai beliau SAW bilang dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa sebaik-baik panglima adalah panglima tersebut, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang dipimpinnya.

Muhammad al fatih namanya begitu indah di dengar. Beliaulah yang menaklukan konstantinopel pada 1453 M setelah sekian lamanya umat muslim berusaha untuk merebutnya dari kekuasaan orang-orang kristen. Abu sufyan dan Salman alfarisi pernah mengerahkan pasukannya ke konstantinopel yang sekarang kita kenal turki. Namun belum juga berhasil merebutnya. Allah menjatuhkan takdirnya kepada Sulthan (raja) Muhammad Alfatih beserta pasukannya sehingga berhasil menaklukan konstatinopel.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa, pasukan Sulthan Muhammad Alfatih adalah sebaik-baik nya pasukan. Mereka selalu menjaga solat berjamaah di mesjid dan mengerjakan amalan-amalan yang sesuai dengan Al-qur’an dan hadis yang lainnya.

Pada hari pertama beliau menaklukan konstantinopel yang kebetulan pada hari Jumat itu, beliau dan pasukannya hendak melaksankan ibadah solat jumat di suatu gereja yang amat besar. Hal ini diperbolehkan mengingat mesjid belum ada. Sulthan mengumpulkan semua pasukannya, lalu berkata :
“Hari ini adalah hari yang bersejarah, kota kontantinopel berhasil kita taklukan, oleh karenanya kita patut bersyukur kepada Allah SWT”

Lalu Sulthan Muhammad Al fatih bertanya kepada pasukannya,
“Aku menginginkan orang yang menjadi khatib jumat untuk menyampaikan nasehat adalah orang yang terpuji. Siapakah diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat fardhu dari akil baligh sampai sekarang?”

Dan luar biasanya kawan, tidak ada satupun orang yang duduk, dengan kata lain pasukannya itu semuanya menjaga shalat lima waktu dan tidak pernah meninggalkannya.

Sulthan bertanya kembali,
“Siapakah diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat Qabliyah dan Ba’diyah dari akil baligh sampai sekarang?”

Beberapa orang ada yang duduk, tidak banyak bisa dihitung dengan jari.

Lalu Sulthan bertanya kembali,
“Siapa diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat malamnya dari akil baligh sampai sekarang?”
Satu per satu pasukannya duduk. Hingga tersisa satu orang yang masih berdiri dengan gagah.

Kawan tahu siapakah itu?

Dialah Sulthan Muhammad Al-Fatih, pemimpin sebaik-baiknya pasukan. Seorang pilihan Allah yang dapat menaklukan Konstantinopel setelah sekian lama dinantikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s