Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Dari penelitian yang dilakukan Fiedler yang dikutip oleh Prasetyo (2006) ditemukan bahwa kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi maupun gaya kepemimpinan (p. 27). Apa yang bisa dikatakan adalah bahwa pemimpin bisa efektif ke dalam situasi tertentu dan tidak efektif pada situasi yang lain. Usaha untuk meningkatkan efektifitas organisasi atau kelompok harus dimulai dari belajar, tidak hanya bagaimana melatih pemimpin secara efektif, tetapi juga membangun lingkungan organisasi dimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan baik.

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Lebih lanjut menurut Prasetyo (p.28), gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu menurut Flippo (1987), gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu (p. 394).

Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002), Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan; gaya kepemimpinan autokratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) (p. 406)

Gaya Kepemimpinan Autokratis
Menurut Rivai (2003), kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi (p. 61).

Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan (p. 460).

Lebih lanjut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. 196-198):
1. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin.
2. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas.
3. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota.

Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997), ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (p. 304):
1. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
2. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja.
3. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota.
4. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya

Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif
Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai, 2006, p. 61).

Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan(p. 460). Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja (p.203).

Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto, 1987, pp. 196-198) :
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. 

Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304) :
1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
3. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.

Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas)
Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter, 2002, p. 460).

Menurut Sukanto (1987) ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (pp.196-198) :
1. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin.
2. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya.
3. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
4. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian.

Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304):
1. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri.
2. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum.
3. Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok.


sumber

Iklan

Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan

– Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.

– Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang

– Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.

– Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.

– Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.

– Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.

– Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.

– Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.

– Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.

– Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

– Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.

– Kemampuan Menentukan Prioritas, biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.

– Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting

– Naluri yang Tepat, kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

– Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikan satu sama lain.

– Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.

– Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.

– Menjadi Pendengar yang Baik

– Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.

– Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.

– Ketegasan
– Keberanian
– Orientasi Masa Depan
– Sikap yang Antisipatif dan Proaktif

sumber

Mengalikan dua bilangan yang mempunyai selisih 2, 4, atau 6

akhirnya bisa posting juga di rubrik ini emang agak perlu waktu lama sih guys buat satu postingan berlabel “MATEMATIKA” ini soalnya harus dibuktikan kebenarannya jangan sampai asal cabut sumber dari asal sumber. Gak boleh tuh buat calon para ilmuan matematika, harus dibuktikan juga. 


Ayo deh kita langsung ke topik yang mau dibahas

Mengalikan dua bilangan yang mempunyai selisih 2, 4, atau 6

Ambil contoh : 12×14. (14 – 12 = 2…jadi metode ini bisa dipakai)

Pertama kita cari angka tengah antara 12 dan 14…So,

12

13

14

(artinya 13 adalah angka tengah), berikutnya kita tinggal membuat perkalian 13 x 13 lalu di kurangi 1…

12×14 = (13×13)-1 = 168.

16×18 = (17×17)-1 = 288.

99×101 = (100×100)-1 = 10000-1 = 9999

Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 4, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya…buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 4,
Ok ini contohnya :

11×15 = (13×13)-4 = 169-4 = 165.

13×17 = (15×15)-4 = 225-4 = 221.

Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 6, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya…buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 9,
Ok ini contohnya :

12×18 = (15×15)-9 = 216.

17×23 = (20×20)-9 = 391.

trik ini bisa di pakai bukan hanya untuk belasan tapi bisa sampai ribuan…



NEXT POS, COMING SOON, 

“Cara Pembuktian di Matematika”

Rahasia Sholat Tahajud

Ada sebuah rahasia penting yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Sebuah rahasia yang maha dahsyat bila anda rutin melaksanakan sholat sunah Tahajud. Sholat yang dilaksanakan sepertiga malam dengan penuh keheningan, karena di saat itu banyak orang yang tertidur lelap.
Pada saat itulah sebaiknya anda bangun dari tidur. Mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat sunah Tahajud. Boleh anda laksanakan 2 rakaat ditutup dengan witir 1 rakaat. Boleh juga 8 rakaat dan ditutup dengan witir 3 rakaat. Bila anda sanggup, boleh juga sampai 23 rakaat.
Namun, yang paling penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya. Lebih baik melaksanakan sholat tahajud dengan rakaat yang sedikit tapi rutin tiap malam, daripada banyak rakaatnya tapi tidak rutin. Anda perlu konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi dalam diri.
Hal terpenting dari sholat tahajud adalah anda merenungi hidup ini, melakukan instropeksi di hari kemarin dan memohon ampunan kepada Allah dengan seraya beristighfar dengan penuh ke-khusyuk-an. Memohon diberikan kemudahan dalam melaksanakan aktivitas esok hari, dan yang lebih penting berdoa kepada Allah agar di lapangkan rezeki.
Saya menjadi teringat ketika hendak mau menikah di Bandung pada tahun 1998. Pada malam sebelum nikah, saya sempat bingung karena uang untuk transport penghulu dan juga tempat penginapan belum ada di kantong. Saya berdiskusi dengan almarhum ayah untuk mencarikan solusinya. Lalu saya katakan kesulitan saya itu kepada beliau. Ketika kesulitan itu saya sampaikan, ayah saya cuma tersenyum dan menyuruh saya untuk melaksanakan sholat tahajud.
Malamnya, saya sholat tahajud dengan penuh kekhusyukan agar besok dimudahkan dari segala urusan. Saya berserah diri kepada Allah seraya berdoa agar diberikan rezeki karena akan menikah besok lusa. Saya pun berdoa sambil menangis sesunggukan memohon ampun kepada-Nya. Segala ikhtiar sudah ditunaikan, sekarang saatnya saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Allah mengabulkan segala permintaan saya yang akan menikah esok lusa.
Besok paginya, setelah sholat subuh berjamaah, ada ketukan pagar dari luar rumah. Begitu saya tengok keluar, ada pak Yono, salah satu pengurus masjid Al Iman datang ke rumah kami.
Setelah pintu pagar dibuka, lalu saya persilahkan beliau masuk ke ruang tamu. Setelah beliau ada di ruang tamu, maka mengobrollah kami sebentar, lalu tiba-tiba saja diberinya saya amplop yang berisi uang. Jumlahnya pas banget dengan yang saya butuhkan. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, saya mengucap syukur kepada Allah. Ternyata di pagi hari itu, Allah memberikan rezekinya lewat pak Yono dan kawan-kawan pengurus masjid yang tidak bisa ikut hadir dalam pernikahan saya di kota Bandung.
Rahasia sholat tahajud mungkin sudah pernah anda dapatkan. Dia datang berbeda-beda caranya. Ada yang cepat, dan ada yang lambat. Tergantung dari ridho Allah, dan cara kita berdoa. Terkadang kita sering terlupa bahwa doa adalah permohonan dan permintaan hambaNya yang memasrahkan dirinya agar diampuni dosanya, diberikan kemudahan hidup di dunia dan akhirat kelak. Merendahkan diri dihadapan sang penguasa langit dan bumi.
Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambaNya yang berserah diri pada saat-saat keheningan sepertiga malam dengan melaksanakan sholat sunah tahajud. Oleh karenanya, jangan lupa pula untuk selalu sadar diri bahwa akan ada hidup sesudah mati. Di dunia ini kita hanyalah seorang pengembara yang singgah sebentar, lalu pergi kembali.
Mari kita biasakan untuk rutin melaksanakan sholat tahajud dan menemukan rahasia di dalamnya
Salam Blogger Pers

SURAT AN-NABA’ DAN TERJEMAHNYA (40 AYAT)

Terjemahan Text Qur’an Ayat
Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ 1
Tentang berita yang besar,
عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ 2
yang mereka perselisihkan tentang ini.
الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ 3
Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,
كَلا سَيَعْلَمُونَ 4
kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.
ثُمَّ كَلا سَيَعْلَمُونَ 5
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ مِهَادًا 6
dan gunung-gunung sebagai pasak?,
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا 7
dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا 8
dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا 9
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا 10
dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا 11
dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,
وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا 12
dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),
وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا 13
dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,
وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا 14
supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,
لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا 15
dan kebun-kebun yang lebat?
وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا 16
Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا 17
yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,
يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا 18
dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا 19
dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا 20
Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai,
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا 21
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
لِلطَّاغِينَ مَآبًا 22
mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,
لابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا 23
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
لا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَابًا 24
selain air yang mendidih dan nanah,
إِلا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا 25
sebagai pembalasan yang setimpal.
جَزَاءً وِفَاقًا 26
Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,
إِنَّهُمْ كَانُوا لا يَرْجُونَ حِسَابًا 27
dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya,
وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا 28
dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.
وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا 29
Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.
فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلا عَذَابًا 30
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا 31
(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا 32
dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا 33
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
وَكَأْسًا دِهَاقًا 34
Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta.
لا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلا كِذَّابًا 35
Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,
جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا 36
Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَنِ لا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا 37
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلائِكَةُ صَفًّا لا يَتَكَلَّمُونَ إِلا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا 38
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
ذَلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ مَآبًا 39
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.
40. إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

KISAH BOCAH AMERIKA MASUK ISLAM

Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)
Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas.
Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.
Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.
Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.
Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?”
Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.
Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?”
Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.”
Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab.
Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.
Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?”
Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.
”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan
Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.
”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi.
Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.
Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.
Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”
Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”
”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan.
“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad
Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.
Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”
”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi.
Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.”
“Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan
Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu”
”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?”
Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”
”Apakah engkau sholat di sekolahan ?”
”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad
Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?”
Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.
Subhanallah

HOW TO BECOME A MUSLIM



This is Islam
Islam means “submission to God”. Islam is the belief that there is only One God, whose proper name is Allah, which means “ the God”. Islam is the same message given to all the prophets, from Adam, Noah, Moses, Abraham, Jesus, and finally to the Prophet Muhammad, the last messenger (peace and blessings be upon them). They all brought the same message: worship only God, and stop worshiping human beings and their ideas.

The Prophet Muhammad, peace be upon him welcomed  even those people who had previously fought him and  killed his loved ones. These people later on were to  become the heroes of Islam. So no matter what your background and no matter what you may have done or said to Muslims or others in the past, you should rest assured that you will be welcomed with open arms.

Who can become a Muslim?

Some people are worried often worried if they will be allowed to become Muslim due to a variety of reasons. So before proceeding onto how to convert to Islam. I wish to reassure you that anyone can become a Muslim.

Islam is for the whole of humanity. Islam unites together people of different colours, languages, races. and nationalities into one brotherhood.

Allah says: “Indeed the Believers are but brothers.” [Quran 4 9:10]

So you will be our brother or sisters in Islam when you convert to Islam

Any human being can embrace Islam. You do not need anyones permission to become Muslim. You can be any colour, race, age, speak any language and still become a Muslim. There are many American, British, European, Indian,  children and Adults who accept Islam every day.

You may hear from some Muslims incorrect advice due to their lack of knowledge of Islam or due to lack of correct knowledge of Islam.  So please note that:

You do not need to do a course or obtain a certificate to become a Muslim

Someone may say you have to do a course or obtain a certificate to be a Muslim. This is incorrect. You do not need to attend a course or obtain a certificate to become Muslim.

You should not delay in becoming a Muslim

If someone advices you to delay your conversion to Islam. This is also incorrect. If you believe Islam is the truth then you should not delay your conversion to Islam. You should convert immediately because we are given a certain  lifespan. Since we do not know when we are going to die. Not even a minute should be lost as your time to leave this life  may be up the next minute.

If you have tattoos you can still become a Muslim

Some one may say to you that you must remove all tattoos to be a Muslim. This is also incorrect. Tattoos are not allowed in Islam but they  DO NOT prevent a person becoming Muslim. You should become Muslims and latter you can have the tattoos removed if you can afford it. If you can not afford it then do not worry there is no sin on you for what you did before becoming Muslim You are still a Muslim.

If you have a wild past of have committed a many  of sins you can still become a Muslim

No matter what sins you have committed or how wild your past was. You can still become a Muslim.. Islam erases all sins committed prior to becoming a Muslim.  Prophet (may the peace and blessings and mercy of Allah be upon him) said, Islam annuls what came before it. (narrated by Muslim in his Sahih, no. 121).As soon as you become a Muslim all your previous sins are forgiven and you start a blank state. Or a complete clean record.

Muslim (121) narrated that Amr ibn al-Aas (may Allah be pleased with him) said: When Allah put Islam in my heart, I came to the Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) and said: Give me your right hand so that I may swear allegiance to you. He held out his hand and I withdrew my hand. He said, What is the matter, Oh Amr? I said, I want to stipulate a condition. He said, What do you want to stipulate? I said,  That I will be forgiven. He said, Do you not know that Islam destroys that which came before it?

If you are a Small child you can still become a Muslim without your parents permission

If you are a child you do not need your parent’s permission to become a Muslim. If you fear they may harm, you can become Muslim in secret and tell them when you are ready.

What if their are no Muslims (or no Mosque or Islamic center) in your town

Another  common question  is that there are no Muslims in the city. This too is not an obstacle in you becoming a Muslim. You do not have to go to a Masjid (Mosque) or Islamic center or know any Muslims in order to be a Muslim. You can say the declaration of faith (called the Shahadah) to yourself and from then onwards you are a Muslim. Click Here to know more!

Become a Muslim Now

If you believe there is only One God who should be worshipped, and no one/nothing else has that right but Him, and you believe Muhammad, peace be upon him, was a messenger who brought the same message as all the prophets before him, then you are basically a Muslim.


Asyhaduala ilaaha illaloh
wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah



Do Not Hesitate

If someone receives the message of Islam and dies rejecting it, they are forever destined to Hellfire. Anyone who truly believes in the message of Islam, their previous sins are forgiven and they will spend eternity in Paradise . If you have belief, act on it. Do not worry about what anyone else thinks. Your eternal life is at stake.

“Do you not know that accepting Islam destroys all sins which come before it?” (Saheeh Muslim)

To become a Muslim, simply declare the following:
Ash-hadu an laa ilaaha illallaah, wa ash-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh.

I testify there is nothing worthy of worship except Allah, and I testify Muhammad is His slave and messenger.


source


Pumping Student

Senin dan Selasa
            Jadikan hari ini adalah hari terbaik untuk berubah secara fisik.
  1.  Bangun lebih cepat, ceria dan senang dengan aktivitas yang akan dihadapi.
  2. Pergi ke kampus dengan hati riang, langkah mantap, jangan lupa baca basmalah dan beristigfar selama perjalanan.
  3.  Sapalah setiap orang yang kamu kenal dan tersenyumlah kepada orang yang menatapmu.
  4. Masuk gerbang kampus dengan doa dan manfaatkan hari ini sebaik mungkin.

Rabu
            Jadikan hari ini adalah hari terbaik berubah secara emosi.
  1.   Sebelum tidur lakukan refleksi aktivitasmu pada hari sebelumnya.
  2. Maafkan kesalahan teman-temanmu yang disengaja atau tidak.
  3. Persiapkan kebutuhan belajar esok hari. Kerjakan PR atau tugas belajarmu.
  4. Dekati dosen yang tidak menyukai atau sering marah padamu.
  5. Jalin persahabatan, setidaknya satu atau dua orang.
  6.  Ingatlah! Marah-marah itu jalannya setan. Jauhilah!
  7.  Beraktivitaslah dengan keyakinan dan harapan mendapa ridha Allah

Kamis
            Jadikan hari ini hari terbaik berubah secara mental
  1. Sebelum tidur lakukan refleksi aktivitas kamu pada hari sebelumnya.
  2. Maafkanlah dirimu atas kesalahan-kesalahan yang telah kamu lakukan. Niatkan untuk memperbaiki dan berpikirlah positif!
  3. Tenangkan dirimu, jadikan dirimu sebagai problem solving dan bersikaplah sebagai pemenang.
  4. Pikirkan dan rencanakan tentang studi yang akan membawa perubahan yang kamu inginkan di masa depan.
  5. Lakukan hobimu sebagai kesenangan yang bermanfaat buat masa depanmu.

Jum’at
            Jadikan hari ini hari terbaik berubah secara spiritual.
  1. Temukan aktivitas-aktivitas atau ibadah ritual yang memberikan keseimbangan bagi hidupmu.
  2.  Lakukan muhasabah dan refleksikan mengenai kekurangan diri, bertaubatlah dan beristigfarlah!
  3.  Temukan keyakinan, pola pikir, sikap dan perilakumu yang sesuai dengan nilai-nilai spritualmu.
  4. Belajar, bekerja dan beribadah secara seimbang.

Sabtu
  1. Lakukan aktivitas yang memperkuat perubahan fisik, emosi, mental dan spiritualmu dalam berbagai aktivitas.

Minggu
  1.  Berlibur atau jalin silaturahmi dengan teman, kerabat atau keluarga!
  2.  Lakukan Relaksasi!
  3.  Lakukan visualisasi imajinatif!

Source  : Pumping Student, Amir Tengku Ramly & Erlin Trisyulianti
Retyped and editted by Asep Ridwan Lubis (arel)

Ibadah Jum’at pertama di konstantinopel

sub : Muhammad Al-Fatih

Kalau ada sosok yang ditunggu-tunggu kedatangannya sepanjang sejarah Islam, dimana setiap orang ingin menjadi sosok itu, maka dia adalah sang penakluk Konstantinopel. Bahkan para shahabat Nabi sendiri pun berebutan ingin menjadi orang yang diceritakan Nabi SAW dalam sabdanya. Betapa tidak, beliau SAW memang betul-betul memuji sosok itu. Sampai beliau SAW bilang dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa sebaik-baik panglima adalah panglima tersebut, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang dipimpinnya.

Muhammad al fatih namanya begitu indah di dengar. Beliaulah yang menaklukan konstantinopel pada 1453 M setelah sekian lamanya umat muslim berusaha untuk merebutnya dari kekuasaan orang-orang kristen. Abu sufyan dan Salman alfarisi pernah mengerahkan pasukannya ke konstantinopel yang sekarang kita kenal turki. Namun belum juga berhasil merebutnya. Allah menjatuhkan takdirnya kepada Sulthan (raja) Muhammad Alfatih beserta pasukannya sehingga berhasil menaklukan konstatinopel.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa, pasukan Sulthan Muhammad Alfatih adalah sebaik-baik nya pasukan. Mereka selalu menjaga solat berjamaah di mesjid dan mengerjakan amalan-amalan yang sesuai dengan Al-qur’an dan hadis yang lainnya.

Pada hari pertama beliau menaklukan konstantinopel yang kebetulan pada hari Jumat itu, beliau dan pasukannya hendak melaksankan ibadah solat jumat di suatu gereja yang amat besar. Hal ini diperbolehkan mengingat mesjid belum ada. Sulthan mengumpulkan semua pasukannya, lalu berkata :
“Hari ini adalah hari yang bersejarah, kota kontantinopel berhasil kita taklukan, oleh karenanya kita patut bersyukur kepada Allah SWT”

Lalu Sulthan Muhammad Al fatih bertanya kepada pasukannya,
“Aku menginginkan orang yang menjadi khatib jumat untuk menyampaikan nasehat adalah orang yang terpuji. Siapakah diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat fardhu dari akil baligh sampai sekarang?”

Dan luar biasanya kawan, tidak ada satupun orang yang duduk, dengan kata lain pasukannya itu semuanya menjaga shalat lima waktu dan tidak pernah meninggalkannya.

Sulthan bertanya kembali,
“Siapakah diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat Qabliyah dan Ba’diyah dari akil baligh sampai sekarang?”

Beberapa orang ada yang duduk, tidak banyak bisa dihitung dengan jari.

Lalu Sulthan bertanya kembali,
“Siapa diantara kalian yang tidak pernah meninggalkan shalat malamnya dari akil baligh sampai sekarang?”
Satu per satu pasukannya duduk. Hingga tersisa satu orang yang masih berdiri dengan gagah.

Kawan tahu siapakah itu?

Dialah Sulthan Muhammad Al-Fatih, pemimpin sebaik-baiknya pasukan. Seorang pilihan Allah yang dapat menaklukan Konstantinopel setelah sekian lama dinantikan.