Bulan: Desember 2012

Download Single Terbaru Agnes Monica Iklan Telkomsel 2012

Posted on

Agnes Monica – Pasti tidak asing lagi dengan artis sekaligus penyanyi yang karirnya sudah go internasional, ya tidak salah lagi yaitu Agnes Monica. Artis muda yang prestasinya sangat membanggakan di kancah internasional.

Oh ya yang lagi nyari single terbaru agnes monica yang sering terdengar ketika iklan provider telkomsel di TV di isini kalian bisa langsung download meskipun tidak menggunkan provider telkomsel.

Download Single Agnes Monica 2012

“Muda” merupakan judul dari single terbaru Agnes Monica 2012 ini. Buat fans agnes mestinya tidak mau ketinggalan dong dengan update lagunya agnes monica ini. Sedangkan dibawah ini adalah video iklan telkomsel yang sering menghiasi layar kaca kamu.

#Update
Dikarenakan link di atas hanya untuk pelanggan telkomsel, maka Bagi yang tidak sedang menggunakan koneksi telkomsel, anda bisa mendownload Lagu Agnes Monica Muda di sini

atau di sini Download Single Agnes Monica 2012
Passwordnya : ngobrolpanas

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Posted on Updated on

Dari penelitian yang dilakukan Fiedler yang dikutip oleh Prasetyo (2006) ditemukan bahwa kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi maupun gaya kepemimpinan (p. 27). Apa yang bisa dikatakan adalah bahwa pemimpin bisa efektif ke dalam situasi tertentu dan tidak efektif pada situasi yang lain. Usaha untuk meningkatkan efektifitas organisasi atau kelompok harus dimulai dari belajar, tidak hanya bagaimana melatih pemimpin secara efektif, tetapi juga membangun lingkungan organisasi dimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan baik.

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Lebih lanjut menurut Prasetyo (p.28), gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu menurut Flippo (1987), gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu (p. 394).

Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002), Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan; gaya kepemimpinan autokratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) (p. 406)

Gaya Kepemimpinan Autokratis
Menurut Rivai (2003), kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi (p. 61).

Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan (p. 460).

Lebih lanjut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. 196-198):
1. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin.
2. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas.
3. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota.

Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997), ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (p. 304):
1. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
2. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja.
3. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota.
4. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya

Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif
Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai, 2006, p. 61).

Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan(p. 460). Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja (p.203).

Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto, 1987, pp. 196-198) :
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. 

Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304) :
1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
3. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.

Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas)
Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter, 2002, p. 460).

Menurut Sukanto (1987) ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (pp.196-198) :
1. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin.
2. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya.
3. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
4. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian.

Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304):
1. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri.
2. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum.
3. Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok.


sumber

Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan

Posted on

– Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.

– Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang

– Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.

– Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.

– Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.

– Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.

– Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.

– Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.

– Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.

– Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

– Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.

– Kemampuan Menentukan Prioritas, biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.

– Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting

– Naluri yang Tepat, kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

– Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikan satu sama lain.

– Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.

– Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.

– Menjadi Pendengar yang Baik

– Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.

– Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.

– Ketegasan
– Keberanian
– Orientasi Masa Depan
– Sikap yang Antisipatif dan Proaktif

sumber

Enjoying Future Displays You Can See, Hear and Touch: Samsung OLED Idea Contest

Posted on

Only a few years ago, display screens that are rollable or transparent seemed like things available only in sci-fi stories. But before we know it, 3D TVs have already become a common item in our living rooms and we are all eagerly waiting for the next wow factors in digital technologies. And today, we’d like to introduce an event that lets you peek at some of those future technologies – the Samsung OLED Idea Contest.

Every year, one of our affiliates, Samsung Display, runs an idea contest for creative product ideas and ad proposals inspired by OLED, or Organic Light Emitting Diode, technology. As the next generational display after PDP and LCD, the OLED boasts many great features including fast response, high contrast, vivid color, thinness, free viewing angle and low power consumption. In an effort to bring such benefits more tangible in our everyday life, Samsung established the OLED Idea Contest in 2009 in motivating college students to come up with fresh and unique ideas.

Book Write_1
This year, 583 entries were submitted from 1,100 college students located not only in Korea but also in the U.S. and China. And among many innovative ideas, this year’s top award went to the “Book Write,” a scroll-type bookmark with an OLED screen that can be unrolled when a reader wants to take notes or scan impressive lines from a book.
사진2.대상_Book Write
The digital bookmark comes with a pen that allows you to take notes on the thin, flexible OLED screen that is rolled up inside when not in use. The Book Write differentiates itself from other touchscreen devices such as tablet PCs with its lighter, thinner and bendable features and lower energy consumption.
“The OLED technology provides infinite potentials. I’m glad to see my idea turning into reality and also looking forward to the day when it becomes commercialized,” Hana Ahn, the award winner majoring in Industrial Design at Far East University, said at the awards ceremony.
사진3.장려상_카멜레온 안경
From “Chameleon glasses,” whose frames change colors to match the colors of your clothing, and the “Edu-Desk” of the three-dimensional OLED desk surface to the “Sticker display,” which can be posted on the wall or glass, and the “baby bottle” with an OLED temperature indicator, many unique ideas were presented for the contest.
As people become more and more interested in display screens, Samsung will build on our global leadership in display technologies to continue bringing inspiring and innovative products to market. We will also continue providing opportunities for students and others to develop creative ideas. So, do you have any ideas for the future display?

source

LINK EXCHANGE

Posted on

Silahkan sobat memberi komentar dibawah ini, untuk memasang link saudara di blog ini.


Syaratnya link blog Sudut Pararel juga tercantum di blog saudara.

Salam Blogger!

Samsung Promotes Jay Y. Lee to Vice Chairman

Posted on

Samsung on November 5 announced the promotion of Jay Y. Lee to Vice Chairman of Samsung Electronics Co., Ltd. from President and Chief Operating Officer as part of executive leadership change to lead Samsung’s future growth.
The promotion of Jay Y. Lee recognizes his outstanding achievements as a leader of innovation and as a change agent, which has led to Samsung becoming one of the world’s beloved brands and to a commensurate rise in shareholder value. Mr. Lee has also made invaluable contributions to the unprecedented growth of Samsung’s smartphone and TV businesses.
During his tenure as COO, Mr. Lee also solidified Samsung’s unmatched leadership in the global semiconductor and display markets, and spearheaded Samsung’s rapid expansion from the field.
Mr. Lee has been credited with building strong relations with global business leaders through strategic alliances and business development against the background of an increasingly complex and competitive global business environment. Mr. Lee has also been instrumental in forging win-win relationships with key customers throughout the world.
As Vice Chairman, Mr. Lee will build on his existing responsibilities and take a broader role in managing Samsung Electronics’ businesses. Mr. Lee will continue to play a critical role in transforming Samsung’s business model – the set business into one based on a platform and the component business into a total solution provider.
In addition to Mr. Lee’s promotion, President Kinam Kim of Samsung Advanced Institute of Technology was named as President and CEO of Samsung Display Co., Ltd. as well as the head of the company’s OLED business.
President Soo-in Cho of Samsung Display was appointed President and head of Samsung Electronics’ Health and Medical Equipment business.
At Samsung Heavy Industries Co., Ltd., Executive Vice President Dae-Young Park was promoted to President and CEO of the company.
Other key details on the executive appointments announced today are as follows:
• Keun-Hee Park, named Vice Chairman & CEO of Samsung Life Insurance;   previously President & CEO of Samsung Life Insurance
• Don-joo Lee, named President of Sales and Marketing, Mobile Communications Division at Samsung Electronics; previously Executive Vice President of Sales and Marketing
• Won-Pyo Hong, named President and Head of Media Solution Center at Samsung Electronics ; previously Executive Vice President of Media Solution Center
• Won-Kyu Park, named President & CEO of Samsung Corning Precision Materials; previously Executive Vice President of Samsung Corning Precision Materials
• Dai-Ki Lim, named President and CEO of Cheil Worldwide; previously Executive Vice President of Samsung Corporate Strategy Office
• In-Yong Rhee, named President and Head of Communication Team, Samsung Corporate Strategy Office; previously Executive Vice President of Communication Team

Mengalikan dua bilangan yang mempunyai selisih 2, 4, atau 6

Posted on Updated on

akhirnya bisa posting juga di rubrik ini emang agak perlu waktu lama sih guys buat satu postingan berlabel “MATEMATIKA” ini soalnya harus dibuktikan kebenarannya jangan sampai asal cabut sumber dari asal sumber. Gak boleh tuh buat calon para ilmuan matematika, harus dibuktikan juga. 


Ayo deh kita langsung ke topik yang mau dibahas

Mengalikan dua bilangan yang mempunyai selisih 2, 4, atau 6

Ambil contoh : 12×14. (14 – 12 = 2…jadi metode ini bisa dipakai)

Pertama kita cari angka tengah antara 12 dan 14…So,

12

13

14

(artinya 13 adalah angka tengah), berikutnya kita tinggal membuat perkalian 13 x 13 lalu di kurangi 1…

12×14 = (13×13)-1 = 168.

16×18 = (17×17)-1 = 288.

99×101 = (100×100)-1 = 10000-1 = 9999

Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 4, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya…buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 4,
Ok ini contohnya :

11×15 = (13×13)-4 = 169-4 = 165.

13×17 = (15×15)-4 = 225-4 = 221.

Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 6, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya…buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 9,
Ok ini contohnya :

12×18 = (15×15)-9 = 216.

17×23 = (20×20)-9 = 391.

trik ini bisa di pakai bukan hanya untuk belasan tapi bisa sampai ribuan…



NEXT POS, COMING SOON, 

“Cara Pembuktian di Matematika”