Bulan: September 2012

Konversi video 2D to 3D full version, nonton film favorit 3D dirumah

Posted on Updated on


Konversi video 2D to 3D full version, nonton film favorit 3D dirumah

Pernah ngebayangin nonton video atau film favorit versi 3D dikamar sendiri?

Inilah software yang bisa mewujudkan suasana kamar sendiri menjadi suasana 3D cinema, x video converter ultimate7.
Disamping bisa mengkonversi berbagai tipe video ke tipe video untuk gadget (iphone, blackberry, android) software ini juga bisa mengkonversi video biasa alias 2D ke dalam bentuk 3D.

Type file yang bisa diubah dari dan ke…

Berikut screen shootnya

Link x video converter ultimate7 (2D to 3D)

Download x video converter ultimate7

Serial Number

password: bismillah gratis

Hampir lupa, kalau nonton video 3D harus ada kacamatanya kan?
ini dia caranya, klik aja!

SEMOGA BERMANFAAT ^_^
jangan lupa komen kalau ada pertanyaan atau linknya error

KONSEP DIRI

Posted on Updated on

Salam sejahtera untuk para pembaca blog ini, kali ini saya akan sharing sedikit ilmu yang saya dapatkan dari mentoring di kampus tentang konsep diri.

                Apa sih konsep diri itu?

                Menurut istilah, konsep berarti kerangka atau acuan yang mendasari suatu bentuk menjadi bentuk apa yang dilihat oleh diri sendiri dan orang disekeliling. Contoh istilah konsep diterapkan pada konsep pembuatan kapal terbang, konsep acara, konsep berfikir, dan lain-lain. Itu berarti merujuk pada suatu kerangka (bakal calon) karya atau potensi yang dimiliki. Sedangkan diri merujuk pada kesatuan individu yang meliputi aspek jasmani dan rohani. Jadi konsep diri itu kerangka yang diwujudkan dalam bentuk pola berfikir (mindset) untuk mencapai visi diri dalam kehidupan.

                Konsep diri itu terbentuk melalui suatu proses perjalanan kehidupan yang panjang. Parameter bahwa kita bisa mengenal diri sendiri adalah dengan cara kita bisa merasakan dan memahami segala apa yang dibutuhkan oleh diri kita.

 Kita harus sudah bisa berbicara pada diri sendiri dan menemukan jawabannya terhadap beberapa pertanyaan singkat dibawah

  •  “iniliah saya, saya tahu apa yang menjadi potensi saya.
  • Saya suka dengan ini…saya tidak suka dengan itu…
  • saya ingin seperti itu…dan saya tidak ingin seperti itu…
  • saya akan semangat bila melakukan itu…dan saya merasa malas melakukan itu…

                Dengan kita mengenali dengan menganalisa diri sendiri, kita akan mengetahui apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan diri kita ini.

Teori konsep diri juga sudah berkembang menjadi teori tiga aku,yaitu; aku diri, aku sosial, aku ideal.

1. Aku diri

            Aku diri merupakan cerminan diri sendiri menurut penilaian diri kita pribadi. Dengan mengenal aku diri, anda bisa mengetahui modal terbesar yang anda miliki. Dasar dari kesuksesan seseorang ialah bagaimana ia bisa memahami dirinya sendiri.

Untuk mengenali tentang konsep “aku diri, tanyakanlah pada hati kecil anda beberapa pertanyaan di bawah ini.

  •     Bagaimanakah watak saya?
  •     Apa kelemahan saya?
  •     Apa kelebihan saya?
  •     Apakah penampilan saya menarik?
  •     Apakah tubuh saya kuat dari penyakit?

2. Aku sosial

            Manusia adalah makhluk sosial. Interaksi-interaksi sosial menjadi warna kehidupan sosial kita. Interaksi menandakan kita adalah bagian dari sistem sosial itu. “aku Sosial” berarti cerminan diri kita yang ditangkap oleh society (masyarakat). Untuk memahami aku sosial anda, tanyakanlah pada teman Anda beberapa pertanyaan di bawah ini.

  •     Apakah Kamu menyukai saya?
  •     Bagaimanakah diri saya?
  •     Jika detik ini saya mati, apakah Kamu akan senang atau sedih?
  •     Apa yang kamu suka dari saya?
  •     Apa yang kamu tidak suka dari saya?

3. Aku ideal

            Aku ideal merupakan cerminan diri kita di masa depan atau apa yang kita harapkan nanti. Untuk memahami aku ideal anda, tanyakanlah pada hati kecil Anda beberapa pertanyaan di bawah ini.

  •     Jika aku sekarang diijinkan menjadi seseorang, seseorang spt siapa?
  •     Mengapa?
  •     Apa keinginan yang menjadi obsesi saya?
  •     Bagaimana jika saya menjadi seorang ?

Kesimpulannya, ketiga aspek aku diatas harus berjalan beriringan agar “aku” bisa mencapai visi hidup dan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Transformasi dari “SISWA” menjadi “MAHASISWA”

Posted on Updated on

Oleh : Asep Ridwan Lubis
“Mahasiswa-Universitas Pendidikan Indonesia”

                Istilah siswa tidak lain menunjuk pada anak bangsa yang mengemban kewajibannya untuk belajar. Pada umumnya, sring dikaitkan dengan bangku formal persekolahan baik di negeri ataupun swasta (yayasan). Kata siswa menjadi bagian titel yang diberikan kepada saya selama kurang lebih 12 tahun, yakni; masa SD, SMP, SMA. Selama itu pulalah saya fokus untuk belajar, belajar untuk memahami semua yang diberikan guru dalam proses pembelajaran di ruangan kelas atau diluar kelas. Memang bisa dibilang sempit makna kata siswa yang telah diberikan itu. Namun, kita menyandang status siswa itu merupakan sebuah proses untuk memanusiakan manusia (menambah daya guna) dalam tingkat awal.
                Setelah titel siswa itu dicabut atau dengan kata lain kita sudah mulai menginjak bangku perkuliahan maka sekarang waktunya untuk bertransformasi (mengubah) dalam rangka menyesuaikan diri untuk menghadapi tugas dan kewajiban yang baru.

                Maha merujuk pada kata “agung” atau “luhur” yang sejatinya diberikan pada Tuhan. Contohnya Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi Rizki, dan sebagainya. Namun lingkungan sosial dan kemasyarakatan di Indonesia menempatkan kata maha sebagai kosakata depan disatukan dengan kata siswa. Dapat saya simpulkan bahwa masyarakat indonesia menaruh harapan besar terhadap “Mahasiswa”.
Konsekwensinya, tugas dan kewajiban selaku mahasiswa semakin bertambah dan semakin kompleks pula. Ada yang kita kenal dengan sebutan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang beresensikan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, itulah yang menjadi garis besar visi kita selaku mahasiswa. Jika dahulu pada saat menjadi siswa kita hanya dituntut untuk memahami pelajaran saja maka setelah menjadi mahasiswa kita juga harus mengabdi pada masyarakat. Pengabdian dalam bentuk penelitian, pemikiran atau inovasi yang dapat meningkatkan efektifitas dan efesienitas kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Mengapa kita selaku mahasiswa harus mengabdi pada masyarakat?”  mungkin pertanyaan ini muncul dalam benak para mahasiswa. Semua yang terjadi dalam kehidupan sosial merupakan sistem yang setiap komponennya ikut mendukung agar sistem itu berjalan baik. Idealnya, mahasiswa harus berada di garda terdepan barisan suatu bangsa untuk mencapai visi bangsa indonesia yakni menjadikan bangsa indonesia sejahtera dan dihormati oleh bangsa lain.
Untuk mahasiswa yang menuntut ilmu dikampus negeri, biaya perkuliahan itu sebagian besar disubsidi pemerintah yang dananya berasal dari masyarakat. Dengan kata lain, pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai bentuk timbal balik dalam kehidupan sosial.
Pemaparan diatas haruslah menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa, penulis bukan bermaksud mengurui namun inilah sistem sosial yang berlaku di Indonesia selaku negara berkembang.

Pengalaman MOKA-KU UPI 2012

Posted on Updated on


Oleh : Asep Ridwan Lubis-Matematika non dik
Universitas Pendidikan Indonesia

Moka disini bukan makanan, tetapi suatu kegiatan orientasi kampus yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). MOKA-KU UPI merupakan singkatan dari Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum Universitas Pendidikan Indonesia. Yah, bisa dibilang moka ini adalah ospeknya kampus UPI. Kegiatan MOKA-KU dilaksanakan serentak di kampus bumi siliwangi dan kampus daerah pada tanggal 28-31 Agustus 2012. MOKA-KU mengambil tema “Bersama Almamater, Membentuk Generasi Sukses”
Saya merupakan salah seorang dari 6787 orang mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini. 6787 orang itu berasal dari jalur SNMPTN Undangan, SNMPTN Tulis, Seleksi Mandiri (SM) dan kerjasama dengan pemerintah daerah. Kegiatan orientasi ini bermaksud mengenalkan lingkungan kampus UPI serta menumbuhkan rasa kebanggaan mahasiswa baru kepada kampusnya.

Acaranya juga lumayan seru, disamping pemberian materi ke-kampusan didalam auditorium terbesar, Gymnasium UPI. Pada acara pembukaan, ada surprize yakni bapak Ahmad Heryawan (gubernur Jabar) datang secara tiba-tiba untuk membuka secara resmi MOKA-KU. Disamping itu, pada saat kuliah umum yang diberikan oleh bapak Ahmad Heryawan. Beliau mengadakan sayembara grand prizenya “Galaxy Tab” untuk semua maru, sayembaranya apa? Pak ahmad mengajukan pertanyaan apabila maru dapat menjawab pertanyaannya. Kalau tidak salah ada lima pertanyaan yang diajukan yang pertama itu, beliau menanyakan alamat lengkap kampus upi yang berhadiah sepeda gunung. Kedua, jumlah penduduk jawa barat hadiahnya juga sepeda gunung. Ketiga, jumlah desa di jawa barat. Keempat, jumlah kabupaten dan kota di jawa barat dan untuk pertanyaan grand prize “galaxy tab” beliau menanyakan visi jawa barat. Jelaslah, semangat anak muda untuk mendapat GT secara gratis sangat drastis mengalahkan semangat 45nya pejuang. Banyak yang salah menjawabnya. Alhasil, penjawab terakhir atas nama Agung jurusan pendidikan matematika teman saya juga yang menjawab pertanyaan Grand Prize dengan benar. Congratulation brader 😀
Hari  ke-3 ada motivator kang setia yang memberikan motivasinya kepada saya dan kawan-kawan maru. Kang setia menyuruh salah seorang maru untuk menelepon orang tuanya (loudspeaker mode :on) agar meminta doa restu orang tua sehingga kita menjadi mahasiswa yang cepat beradaptasi dengan kehidupan baru. Sungguh sangat mengharukan.

Hari terakhir, puncak acaranya adalah pemecahan rekor muri oleh semua maru. Rekor pembuatan tempat pensil  berlogo UPI dalam waktu 45 menit hasil dari daur ulang botol plastik. Semua maru membawa peralatan dan berkreativitas membuat tempat pensil.
Ada yang lupa, sebelum pembuatan rekor muri. Acara juga diisi oleh siraman Rohani dari K.H Abdullah Gymnastiar alias aa gym. Beliau memberikan nasehat agar tidak terjerumus kepada penyakit hati, TENGIL (Takabur, Egois, Norak, Galak, Iri, L nya lupa lagi).

                Penutupan acara ditandai dengan pemakaian jaster UPI secara serentak oleh seluruh maru diiringi lagu “totalitas perjuangan”, keren banget pokoknya (unforgetable moment). saya sempat meneteskan air mata pada saat memakai jaster, tiba-tiba saya teringat kedua orang tua. Saya semakin menyadari saya bisa memakai jaster dengan kawan-kawan yg lain diruangan kebanggaan Universitas Pendidikan Indonesia semua karena dukungan dan pengorbanan mereka.  Empat bulan saya galau karena belum mendapatkan kampus negeri, akhirnya terjawab sudah dengan almamater Universitas Pendidikan Indonesia dengan jurusan Matematika Non Pendidikan. Semoga ini menjadi batu lompatan bagi saya dalam rangka untuk membalas dukungan dan pengorbanan orang tua. Aamiin….